Jumat, 18 April 2014
Cara mengisi tintin Sipajadi jadi
Dimalam hari sang putra Batak, akan duduk bersila, dihadapan cincin, dan sedikit ramuan herbal tumbuhan khas Batak dan minyak wangi wangian. Sang putra Batak terus berdoa memohon kepada Tuhan sang Maha Agung agar energy positif masuk kedalam cincin sesuai Kebutuhan sipemakai.
Lamanya berpuasa dan berdoa bisa 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 29, 31 hari, sesuai dengan kebutuhan dan energy berkat Tuhan yang Maha Kuasa. Biasanya kalau cincin itu bermata batu akik atau batu mulia lainnya, batu itu akan berubah warnanya sebagai bukti energy positif yang telah masuk kedalam cincin tersebut. Kalau ke cincin wanita, polos dan tidak bermata batu akik, biasanya enegy masuk melalui pori pori suasa, perak, atau emas. Demikian juga untuk cincin pria.
Selama proses pengisian, cincin akan diikat dengan tali benang berwarna tiga macam (si tolu bollit) warna merah, putih, dan hitam. Yang melambangkan kesucian, keberanian, dan keabadian. Jeruk purut salah satu buah herbal yang digunakan dalam proses pengisian energy ke cincin.
Untuk pria disarankan dari emas muda, suasa, perak, bisa juga baja putih, dan biasanya bermata batu akik atau batu mulia yang telah disesuaikan dengan hari, tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya. Sekali cincin diisi seumur hidup itu berfungsi buat sipemakai.
Cincin polos untuk wanita, cincin bermata untuk pria, akan dipuasai oleh si putra Batak, didoakan setiap malamnya. Lamanya bervariasi, sesuai kebutuhan, bentuk cincin erbuat dari
Apa, dan jenis batu yang dipakai.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar